Pengemudi yang baik tentunya tidak hanya menguasai teknik mengemudi.
Dia juga sebaiknya tanggap akan segala sesuatu yang terjadi pada mobil.
Enggak perlu jadi montir jenius buat yang satu ini. Cuma lebih sensitif
saja terhadap bunyi-bunyian.
Nah, biasanya bunyi yang terjadi selalu dikaitkan dengan suspensi
atau kaki-kaki. Padahal belum tentu, lo. Beberapa bunyi bisa berkaitan
dengan piranti penggerak, atau istilah kerennya powertrain atau drivetrain
Bunyi-bunyiannya pun difokuskan lagi buat suara yang timbul di
sekitar kolong. Bunyi sekitar mesin enggak dibahas di sini. Soalnya,
bunyi-bunyian di kolong relatif mirif. Nah, kami buatkan panduan
mengenali iramanya. Bisa jadi ini adalah seruan minta tolong yang bisa
berakibat gawat kalau sampai terlewat.
Gardan
Gangguan suara yang ditimbulkan oleh garden belakang, umumnya kerap
menggangu kendaraan dengan daya muat berlebih. Besarnya beban yang
ditopang oleh komponen gir ring dan pinion ini bisa saja
membuat aus bagian gigi sehingga timbul suara mendengung. Timbulnya
suara mendengung pada gardan ini punya ciri khas terus berdengung sampai
kecepatan tinggi. Maksudnya, suara yang timbul tidak akan hilang meski
laju kendaraan terus ditambah.
Beban berlebih yang mengganggu gardan, ternyata tidak hanya
‘menghantam’ kendaraan berjenis komersil. Mobil biasa yang melalui medan
berat pun dapat mengalami gangguan serupa. Selain itu, penggunaan oli
yang tidak sesuai spesifikasi dapat membuat aus komponennya dalam jangka
waktu tertentu.
Untuk perbaikannya bisa saja dilakukan, bagian gir yang belum aus
parah atau sampai tajam bagian giginya, gardan relative masih bisa
disetel kerapatannya. Jika keausan sudah membuat gigi meruncing, isi
komponen gardan perlu penggantia.
Laher Roda dan Ban
Roda ban bisa dikatakan bagian dari drivetrain. Karena
terhubung langsung dengan as roda. Suara gemuruh yang terdengar dari
bagian ban, bisa terjadi pada dua komponen. Bisa ban itu sendiri, atau
bagian lahernya. Membedakannya bisa dari suara yang timbul pada
kecepatan tertentu.
Gemuruh ban dengan permukaan yang tidak rata ini bisa saja hilang,
setelah laju kendaraan ditambah cepat. Misalnya, pada kecepatan lebih
dari 100 km/jam suara gemuruh tiba-tiba menghilang dari kolong mobil.
Pada kecepatan semakin melambat hingga berhenti, suaranya terdengar
seperti ada melodi.
Lain dengan suara laher roda, suaranya gemuruh. Bunyinya berbeda dengan dengungan suara gardan. Terdengar suara gemuruh nyaris sama dengan gejala ban hingga kecepatan tinggi, tanpa terdengar melodi pada kecepatan diperlambat.
Rusaknya laher, bisa disebabkan pada penambahan bobot berlebih pada
mobil hingga penggunaan ban berdimensi jauh lebh besar dari aslinya.
Sebagai pencegahan terjadinya kerusakan yang merembet, pastikan kondisi
laher yang rusak minimalnya dengan mengoyangkan ban setelah didongkrak.
Kopel
Suara yang timbul saat kopel atau propeller shaft mulai bermasalah, biasanya terjadi pada bagian tertentu. Misalnya pada kopel one pice atau yang dibentuk hanya satu bagian tanpa adanya sambungan, suara bisa timbul dari crossjoint
yang sudah aus. Biasanya akan terdengar suara ‘klang’ atau seperti besi
dipukul. Setelah melaju, pada kecepatan tinggi di atas 100 k/jam akan
bergemuruh ditambah getaran pada bodi, semakin aus akan semakin cepat
timbulnya.
Berbeda dengan kopel belah, bisa dua atau tiga bagian. Kopel tipe ini
punya penyangga pada tiap sambungan, biasanya disebut center bearing.
Pecahnya karet pada center bearing dan karet joint transmisi bakal menyebabkan bodi terasa bergetar. Gejalanya sudah mulai terasa dari kecepatan rendah.
Mounting
Masih banyak yang bingung bagaimana mendeteksi mounting, terutama karet penyangga mesin. Bagian mounting
mesin yang berada di kolong mobil, tentunya hanya ada pada kendaraan
minibus tanpa hidung. Seperti pada mobil Suzuki APV, Daihatsu Zebra dan
lainnya. Gejala bunyi biasa terjadi saat mesin hidup stasioner. Getaran
mesin tidak teredam dan kerap membunyikan komponen logam yang diikat
tanpa karet di sekitar kolong mobil. Pendeteksian bunyi-bunyian,
sebaiknya mulai dari mounting mesin setelah terasa bergetar.
Berbeda jika bunyi terdengar saat mesin dimatikan atau saat distart. Suara terdengar ‘klontang’
atau bunyi logam saling bersentuhan. Biasanya disebabkan oleh gantungan
knalpot yang pecah atau putus. Posisi knalpot yang turun dari
kedudukannya bisa bersenderan dengan bagian suspensi, gardan ataupun
sasis.
Girboks
Hadirnya suara ‘gemericik’ dalam rangkaian transmisi manual,
bisa jadi indikasi ada sesuatu yang terjadi pada berbagai komponen di
dalamnya. Misalnya suara berkaitan pergerakan pedal kopling merupakan
indikasi dari suara dek laher atau throw-away bearing.
Ada dua macam mobil dengan indikasi dek laher berbeda. Umumnya, mobil mengadopsi dek laher one piece
alias satu bagian. Buat tipe ini, bunyi hanya akan terdengar saat pedal
dilepas. Lain hal buat beberapa mobil dengan dek laher belah. Misalnya
Daihatsu Xenia atau mobil lainnya dengan dek laher yang terbagi dua
bagian. Bagian atas laher yang bersentuhan dengan sekrup bisa oblak dan lepas dari penahan karetnya.
Gangguan bunyi dari transmisi juga bisa berasal dari pilot bearing, laher gir, synchromesh
dan garpu pemindah transmisi. Suaranya timbil saat pedal kopling
dilepas. Untuk memastikan bagian mana, perlu menggunakan stetoskop yang
ditempelkan pada badan transmisi saat mobil digantung pada two post lift. Setelah diketahui bagian yang mengeluarkan bunyi, untuk menghilangkan bunyi dari bagian tengah transmisi ini perlu melakukan overhaul transmisi.
As Roda
Bunyi ‘klotak-klotak’ yang terdengar saat mobil membelok,
kerap terjadi pada bagian as roda depan yang sudah mulai aus. Komponen
ini, bisa saja rusak bagian luar kanan ataupun bagian kirinya. Untuk
memastikan sebelah mana yang aus, saat belok ke kanan terdengar bunyi
dari roda dan akan hilang setelah distir diluruskan, tandanya as roda
luar sebelah kiri sudah aus.
Kerusakan yang terjadi pada as roda, umumnya disebabkan oleh pelumas yang ada di dalamnya sudah kering. Bisa karena karet boot yang sudah sobek atau lepasnya klip pengikat karet yang menyebabkan grease
keluar. Selain itu, bisa karena umur pakai yang sudah lebih dari 3
tahun. Untuk beberapa mobil baru, penggantian as roda ini perlu
mengganti satu set dengan batangan as nya . Kecuali sudah tersedia
produk aftermarket atau KW yang terpisah.
Sumber dari : Tabloid Otomotif