Kamis, 11 Juli 2013

Tune up mesin toyota kijang

BERIKUT INI MERUPAKAN CARA CARA MELAKUKAN TUNE UP MESIN TOYOTA KIJANG

  Tune Up Motor bensin
1.1   Pemeriksaan tutup radiator
Langkah-langkah memeriksanya:
a.   Cuci tutup radiator dengan air bila kotor.
b.   Periksa kondisi bagian tutup radiator yaitu pada penguci dan katup katupnya.

Gambar e. Pemeriksaan tutup radiator
c. Pasang perigetes pada tutup radiator dan pilih pipa adaptor yang kedalamnya sesuai dengan tutup radiator.
Gambar f. Mengetes tutup radiator

1.2 Memeriksa kebocoran sistem pendingin
Fungsinya sebagai alat penyetabil / menjaga temperatur mesin supava tetap normal selama bekerja.
Alat                 Bahan              Waktu
Kontak alat     Mesin hidup

Langkah kerja
a.   Periksa kebocoran radiator, slang — slang, paking kepala silinder & rumah termostat.
b.   Periksa kebocoran seal pompa air pada seal mesin hidup, jika bocor air akan keluar melalui lubang pelepas.

Pemeriksaan ketinggian minyak pelumas
Langkah pemeriksaan:
a. Mesin dalam keadaan mati dan oli terkumpul pada kalter.
b. Tongkat pemeriksa oil (stek) kita angkat, jika kotor kita lap dengan kain kemudian di masukkan lagi, angkat lagi stek tersebut dan kita periksa.
Keterangan :
v  Jika kondisi oli sudah berwarna hitam dan terasa ada kotoran / gram maka kondisi oil tersebut jelek.
v  Untuk melihat ketinggian oil maka angkat stek oil dari mesin dan periksa, jika masih batas ukur normal maka masih baik dan jika di bawah normal maka harus di isi lagi (untuk mesin memiliki SAE 20 — 50).

Penyetelan celah katup
Bertujuan
v  Mengetahui katup isap dan buang
v  Menentukan katup yang dapat di setel
v  Menyetel katup
Alat :
v  Kontak alat
v  Kunci sok 3/8
Bahan
v  Motor bensin 4 tak 4 silinder

Langkah kerja:
v  Cari besar celah kutup di dalam buku data (biasanya katup buang 0,3 dan katup isap 0,2) besar celah katup pada mesin panas dan dingin berbeda
v  Lepas tutup kepala silinder
v  Putar puli searah jarum jam sampai tanda TMA
Gambar g. Arah putaran
v  Topkan silinder 1 setel celah katup yang dapat disetel. Ciri silinder pertam katup buang dan katup isap dapat di stel dan silinder nomor 4 buang dan isap tidak dapat distel.
Gambar h. Cara penyetelan katup

1.3. Pengetesan Kompresi
Bertujuan untuk mengetahui tekanan kompres
Kontak alat dan compresi tester
Langkah kerja :
v  Hidupkan mesin sampai temperatur kerja (75 — 85 °C)
v  Lepas semua busi dan silinder 1 sampai terakhir
v  Gronkan kabel tegangan tinggi koil atau kabel (—) koil di lepas
v  Pasang alat ukur kompresi tester pada lubang busi (ditekan rapat – rapat )
v  Buka penuh katup gas dan ditahan
v  Mesin distater sampai jarum bergerak minimum 3 kali kemudian baca tekanannya (tekanan kompresi yang baik pada jenis motor Toyota Kijang adalah 9 – 12 kg/cm2 dan perbedaan hasil tekanan kompresi pada masing — masing silinder maksimum 1 kg/cm2)

1.4Penyetelan Celah Busi
Bertujuan membersikan kotoran atau kerak pada celah busi
Alat : fuller (spark phug guager), kunci busi, sikat baja
Cara kerja :
  1. Lepas busi pada masing — masing silinder dengan kunci busi
  2. Bersihkan elektroda dan kerak dan kotoran (jangan memakai kertas gosok karena bisa menyebabkan elektroda cepat habis).
  3. Setel celah busi (celah busi 0,06 — 0,80 mm).
  1. Setelah diukur pasang kembaili busi pada masing-masing silinder.

1.5 Memeriksa Hambatan Kabel Busi
Pemeriksaan tahanan setiap penghantar, dan elektroda didalam tutup distributor sampai strekerbusi, tahanan penghantar tidak boleh lebih 20 ksl jika tahanan tersebut terlalu besar maka lepas bagian penghantar dan periksa satu persatu mencari yang rusak.
Keterangan : Jika tahanan tinggi dan tegangan besar maka mesin sulit hidup
Memeriksa busi dengan W meter / avorneter posisikan x I W dibaca skala atas, kabel busi dikatakan bagus apabila jarum bergerak penuh ke kanan (hasil °O)
Periksa kabel busi yang satu dengan yang lain mungkin ada arus yang terhubung karena hubungan singkat.

I.6. Memeriksa Rotor dan Tutup Distributor
Dengan menggunakan kontak alat ohm / avometer
Cara memeriksa:
  • Pemeriksaan dilakukan secara visual dilakukan dengan melihat kondisi fisik dan motor dan tutup dan kecetakan.
  • Dengan menggunakan ohm meter yaitu dengan mengukur hambatannya (sama dengan hambatan kabel busi).

1.7 Melepas dan Memasang Distributor
Berfungsi berbagi arus ke masing-masing busi dengan perantara motor.
Tujuan melepas distributor dan merakitnya dengan baik.
Alat Kontak alat
Cara kerja :
a. Melepas distributor
v  Kontak dalam posisi off
v  Buka tutup distributor
v  Lepas baut pengikat lalu angkat distributor
b. Pemasangan distributor
v  Topkan kompresi 1
v  Kembalikan posisi saat pengapian (5-10) sebelum TMA
v  Posisikan aduans vakum sejajar dengan mesin
v  Posisikan rotor melintang terhadap mesin
v  Cocokkan alur roda gigi poros distributor dengan alur roda giginya tepat maka dengan sendirinya rotor akan menghadap busi no 2
v  Pasang baut pengikat (jangan di keraskan)
v  Setel saat pengapian (stel dengan lampu kontrol) kabel (+) lampu kontrol ke (-) coil, kabel (-) lampu kontrol ke body, kunci kontak posisi on, putar perhahan-lahan penuh ke kanan dan kembalikan kekiri sampai mendapatkan lampu kontrol mulai menyala / platina terjadi percikan bunga api.

1.8 Memeriksa dan Menyetel Saat Pengapian
Tujuan :
v  Menyetel saat pengapian dengan timming light
Alat :
v  Kontak alat
v  Timming light
Bahan:
v  Motor hidup
Cara penyetelan :
  1. Pasang lampu timming light (kabel merah ke (+) batery, kabel hitam ke (—) batery, kabel busi pada timming di letakkan pada kabel busi no 1)
Gambar j. Pemasangan lampu timming
  1. Setel putaran idle / kontrol
  2. Lihat saat pengapian pada putaran idle, lihat tanda pengapian yang terletak pada puli roda gaya jika tanda tidak kelihatan warnai dengan kapur tulis
Gambar k. pemeriksaan dengan lampu timming
  1. Kendorkan baut pengikat pada distributor sampai distributor dapat di pergerakkan. Jika pengapian tidak tepat, maka tepatkan saat pengapian dengan memutar distributor.
1.9 Memeriksa Advand Vacum
Advand vakum berfungsi untuk memajukan dan memundurkan saat pengapian berdasarkan beban mata / pembukaan gas karburator.
Pemeriksaan advand vacum pada saat distributor terpasang
Langkah kerja :
a. Lepas tutup distributor
b. Lepas selang vokum yang menuju ke karburator
c. Isap slang tersebut
Gambar I. Pemeriksaan Advand Vakum
2.0. Pemeriksaan Advand Sentriftigal
Berfungsi sebagai memajukan / memundurkan saat pengapian berdasarkan putaran motor.
Tujuannya memeriksa advans sentrifugal sederhana
Langkah kerja :
  • Cara memeriksa
a. Pada distributor terpasang
  • Buka tutup distributor
  • Putar rotor dengan tangan searah putaran motor waktu mesin hidup 10-15˚ tahan kemudian lepas.
Gambar m. Pemeriksaan sederhana Advand sentrifugal
  • Sentrifugal akan baik jika rotor di lepas maka rotor akan kembali seperti semula.
  • Jika tidak kembali guvernor harus di ganti atau perbaiki.
2.1Memeriksa dan menytel celah platina
Fungsi platina untuk memutus dan menghubungkan arus listrik primer coil
Cara memeriksa celah platina untuk mendapatkan dwell yang baik 0,4-0,5 mm
Cara menyetel platina :
  1. Posisikan mesin mati konci kontak off
  2. Lepas tutup distributor dan distributor
  3. Posisikan platina membuka dengan cara memutar poros engkol
  4. Longgarkan baut pengikat platina dan stel pada alur platina
  5. Keraskan baut pengikat platina pasang rotor dan tutup distributor
  6. Periksa percikan bunga api pada kabel koil
  7. Hidupkan mesin periksa kembali sudut dwell.

2.2. Memeriksa dan menyetel sudut dwell
a. Tujuan :
  • Mengetes sudut dwell dengan pengetes dwell
b. Alat :
  • Pengetes dwell
  • Kontak alat
c. Bahan :
  • Mesin hidup
d. Langkah penyetelan :
  • Hidupkan mesin stasioner
  • Pasang alat ukur dwell tester (kabel (+) pengetes ke (-) coil, kabel pengetes (-) ice groun)
  • Tempatkan tombol ice dwell
  • Baca alat ukur (ukuran yang baik motor 4 tak ± 1-4)
Gambar 9. Dwell tester
Keterangan:
Jika melebihi 56 maka kondisi platina terlalu rapat dan akan mengakibatkan icon platina cepat panas / aus. Jika kurang dari 52 maka kondisi platina terlalu renggang dan mengakibatkan pengapian kecil.

2.3 Menyetel Campuran Udara pada Kalburator
Tujuan :
  • Menyetel campuran udara
Bahan :
  • Kotak alat
Cara penyetelan :
  1. Hidupkan mesin dengan stationer sampai mencapai tujuan kerja (mesin hangat)
  2. Putar baut setelah udara kekanan dengan menghitung jumlah putarannya berlahan-lahan dan salah satu tangan memegang gas, (semakin diputar kekanan penyetelan udara maka semakin miskin dan mesin cenderung mati).
  3. Semakin baut di putar ke kanan mesin akan cenderung mati dan di imbangi dengan gerakan katup gas.
  4. Setelah baut diputar penuh kekanan, putar berlawanan arah ke kiri secara perlahan-lahan sampai mendapatkan hidupnya mesin yang betul-betul normal (ciri-cirinya : aroma gas buang tidak pedih dimata, getaran pada mesin paling kecil, pembakaran elektroda pada busi berwarna putih dan kecoklat-coklatan dan kering).
  5. Pada waktu di putar ke kiri harus di hitung jumlah putarannya.

2.4.. Penyetelan Putaran Idle (Stationer)
Tujuan :
Menyetel campuran idle dan campuran bahan bakar tanpa pengetes gas buang.
Alat :
  • Kotak alat
  • Tech nonieter
Bahan :
  • Mobil / motor hidup
Langkah Pengukuran :
  1. Hidupkan mesin stationer
  2. Pasang alat ukur RPM Tester dan sklarnya posisi low tach kabel merah ke negatif coil kabel hitam kemasa / body.
  3. Baca alat ukur RPM Tester kemudian hasil ukuran tersebut di kalikan 100
  4. Putaran stationer yang baik adalah 700-800 rpm, untuk 4 tak 4 silinder.
  5. Jika hasil ukur kurang / melebihi ukuran spesifikasi maka setel campuran idle dengan skrup penyetel yang terletak pada katup gas.
Langkah Penyetelan :
  • Putar skrup penyetelan kearah luar sampai putaran mulai turun / mesin hampir mati.
  • Putar skrup penyetel kearah dalam secara tahap demi tahap dengan setengah putaran tunggu sedikit dan perhatikan reaksi motor. Pada saat terdengar putaran mulai turun kendorkan skrup penyetel = setengah putaran untuk mendapatkan penyetelan campuran yang benar.
Catatan :
  • Pada waktu penyetelan dan pemeriksaan katup jangan sekali-kali mesin di gas karena akan merusak komponen alat ukur.
  • Jangan melihat tachnometer dengan perasaan hasil penyetelan lebih akurjika adal  


 janganlah berhenti dan bosan untuk selalu belajar otomotif  karena teknologi otomotif itu  akan terus berkembang dan berkembang ,,cukup sekian dari saya,semoga bermanfaat untuk kita semua,,amin

Sabtu, 01 Juni 2013

Mengenal Relay

 
Kotak hitam dengan 4 buah kaki ini berfungsi sebagai saklar atau switch. Peranti elektronik yang butuh proses ‘ON-OFF’, lazim memakai jasa relay yang kemudian di-remote dengan tombol dari dalam kabin.

Ini dimaksudkan agar setrum langsung dari aki yang memiliki ampere cukup besar tak merusak tombol ON-OFF remote yang ada di dalam kabin/dasbor.

Relay terdiri dari 4 yang memiliki angka 30, 85,86 dan 87. Pastikan jangan sampai salah pasang atau merangkai kabelnya karena dijamin komponen yang akan ditandem dengan relay tak akan ‘hidup’.

Terminal dengan angka 30 menjadi jalur kabel dari listrik utama alias setrum langsung dari aki. Sementara terminal 87 untuk disambungkan ke peranti yang akan ditandem semisal terminal positif klakson atau lampu.

Dua pasangan angka lainnya, 85 dan 86 adalah terminal yang dihubungkan ke tombol/switch di dalam dasbor. Dengan kata lain sebagai trigger untuk menyambung sterum antara terminal 30 dan 87.

Selasa, 21 Mei 2013

Mesin Ga mau Langsam karena booster Rem ???

Mesin gak mau langsam : Karena Brake Booster Bocor ??? (Carbu Engine)
wah apa hubungannya antara mesin gak mau langsam alias gak mau idle atau sering kita sebut pincang....dengan rusaknya brake booster ?

ternyata hal ini sering tidak disadari oleh kita..busi ganti baru carbu cuci bersih sampai kinclong, Platina setel ulang atau sudah pakai CDI malah..
terus kabel busi ganti baru.....eh mesin tetep gedek saat idle. Rpm gak mau diem...terlebih lagi saat rem di injak..langsung mau seperti mati.....
Hal ini sering terjadi dimana kevacuuman ruang booster sudah tidak terjaga.
Seperti Kita ketahui,brake booster mendapat pasokan vacuum dari intake manifold, selain menghisap ruang booster vacuum pada intake manifold memiliki tugas utama untuk menghisap ruang Venturi pada carburator, sehingga bensin dapat terhisap ke ruang bakar. Apa yang terjadi kalau kevacuuman itu terganggu terus oleh kebocoran? pasti pasokan bahan bakar ke ruang bakar tidak sempurna sehingga akhirnya mesin menjadi tidak normal.
Nah, oleh karena itu apabila brake booster tidak dapat mempertahankan kevacuumannya maka daya vacuum dari intake manifold akan terbagi ke brake booster dan akan menyebabkan kekurangan daya hisap pada venturi carburator. Ada beberapa jenis kebocoran pada Brake booster :

1. Kebocoran pada seal booster depan : Ditandai dengan engine tidak dapat idle baik saat rem di injak maupun tidak, di ikuti dengan suara mendesis pada bagian depan booster dekat dengan master rem. (apabila selang booster dicabut dari booster dan ditutup dengan tangan, mesin menjadi normal)
2. Kebocoran pada karet di dalam booster (valve booster) : saat idle bagus, normal, namun saat pedal rem di injak maka mesin langsung goyang..seperti mau mati.
3. Seal Booster belakang bocor : Engine tidak dapat idle dengan baik meskipun rem belum di injak, di ikuti dengan suara mendesin pada dekat pedal rem. (apabila selang booster dicabut dari booster dan ditutup dengan tangan, mesin menjadi normal)


Ketiga masalah diatas yang sering terjadi pada booster rem. Solusinya sangat beragam , Untuk masalah nomer 1 dan 3 dapat dilakukan dengan penggantian seal yang rusak. Untuk masalah nomer 2 biasanya dapat diatasi dengan service atau mengganti booster tersebut.

Rabu, 15 Mei 2013

Deteksi Bunyi - Seruan Minta Tolong Dari kolong mobil

Pengemudi yang baik tentunya tidak hanya menguasai teknik mengemudi. Dia juga sebaiknya tanggap akan segala sesuatu yang terjadi pada mobil. Enggak perlu jadi montir jenius buat yang satu ini. Cuma lebih sensitif saja terhadap bunyi-bunyian.
Nah, biasanya bunyi yang terjadi selalu dikaitkan dengan suspensi atau kaki-kaki. Padahal belum tentu, lo. Beberapa bunyi bisa berkaitan dengan piranti penggerak, atau istilah kerennya powertrain atau drivetrain
Bunyi-bunyiannya pun difokuskan lagi buat suara yang timbul di sekitar kolong. Bunyi sekitar mesin enggak dibahas di sini. Soalnya, bunyi-bunyian di kolong relatif mirif. Nah, kami buatkan panduan mengenali iramanya. Bisa jadi ini adalah seruan minta tolong yang bisa berakibat gawat kalau sampai terlewat.

Gardan
Gangguan suara yang ditimbulkan oleh garden belakang, umumnya kerap menggangu kendaraan dengan daya muat berlebih. Besarnya beban yang ditopang oleh komponen gir ring dan pinion ini bisa saja membuat aus bagian gigi sehingga timbul suara mendengung. Timbulnya suara mendengung pada gardan ini punya ciri khas terus berdengung sampai kecepatan tinggi. Maksudnya, suara yang timbul tidak akan hilang meski laju kendaraan terus ditambah.
Beban berlebih yang mengganggu gardan, ternyata tidak hanya ‘menghantam’ kendaraan berjenis komersil. Mobil biasa yang melalui medan berat pun dapat mengalami gangguan serupa. Selain itu, penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi dapat membuat aus komponennya dalam jangka waktu tertentu.
Untuk perbaikannya bisa saja dilakukan, bagian gir yang belum aus parah atau sampai tajam bagian giginya, gardan relative masih bisa disetel kerapatannya. Jika keausan sudah membuat gigi meruncing, isi komponen gardan perlu penggantia.

Laher Roda dan Ban
Roda ban bisa dikatakan bagian dari drivetrain. Karena terhubung langsung dengan as roda. Suara gemuruh yang terdengar dari bagian ban, bisa terjadi pada dua komponen. Bisa ban itu sendiri, atau bagian lahernya. Membedakannya bisa dari suara yang timbul pada kecepatan tertentu.
Gemuruh ban dengan permukaan yang tidak rata ini bisa saja hilang, setelah laju kendaraan ditambah cepat. Misalnya, pada kecepatan lebih dari 100 km/jam suara gemuruh tiba-tiba menghilang dari kolong mobil. Pada kecepatan semakin melambat hingga berhenti, suaranya terdengar seperti ada melodi.
Lain dengan suara laher roda, suaranya gemuruh. Bunyinya berbeda dengan dengungan suara gardan. Terdengar suara gemuruh nyaris sama dengan gejala ban hingga kecepatan tinggi, tanpa terdengar melodi pada kecepatan diperlambat.
Rusaknya laher, bisa disebabkan pada penambahan bobot berlebih pada mobil hingga penggunaan ban berdimensi jauh lebh besar dari aslinya. Sebagai pencegahan terjadinya kerusakan yang merembet, pastikan kondisi laher yang rusak minimalnya dengan mengoyangkan ban setelah didongkrak.

Kopel
Suara yang timbul saat kopel atau propeller shaft mulai bermasalah, biasanya terjadi pada bagian tertentu. Misalnya pada kopel one pice atau yang dibentuk hanya satu bagian tanpa adanya sambungan, suara bisa timbul dari crossjoint yang sudah aus. Biasanya akan terdengar suara ‘klang’ atau seperti besi dipukul. Setelah melaju, pada kecepatan tinggi di atas 100 k/jam akan bergemuruh ditambah getaran pada bodi, semakin aus akan semakin cepat timbulnya.
Berbeda dengan kopel belah, bisa dua atau tiga bagian. Kopel tipe ini punya penyangga pada tiap sambungan, biasanya disebut center bearing. Pecahnya karet pada center bearing dan karet joint transmisi bakal menyebabkan bodi terasa bergetar. Gejalanya sudah mulai terasa dari kecepatan rendah.

Mounting
Masih banyak yang bingung bagaimana mendeteksi mounting, terutama karet penyangga mesin. Bagian mounting mesin yang berada di kolong mobil, tentunya hanya ada pada kendaraan minibus tanpa hidung. Seperti pada mobil Suzuki APV, Daihatsu Zebra dan lainnya. Gejala bunyi biasa terjadi saat mesin hidup stasioner. Getaran mesin tidak teredam dan kerap membunyikan komponen logam yang diikat tanpa karet di sekitar kolong mobil. Pendeteksian bunyi-bunyian, sebaiknya mulai dari mounting mesin setelah terasa bergetar.
Berbeda jika bunyi terdengar saat mesin dimatikan atau saat distart. Suara terdengar ‘klontang’ atau bunyi logam saling bersentuhan. Biasanya disebabkan oleh gantungan knalpot yang pecah atau putus. Posisi knalpot yang turun dari kedudukannya bisa bersenderan dengan bagian suspensi, gardan ataupun sasis.

Girboks
Hadirnya suara ‘gemericik’ dalam rangkaian transmisi manual, bisa jadi indikasi ada sesuatu yang terjadi pada berbagai komponen di dalamnya. Misalnya suara berkaitan pergerakan pedal kopling merupakan indikasi dari suara dek laher atau throw-away bearing.
Ada dua macam mobil dengan indikasi dek laher berbeda. Umumnya, mobil mengadopsi dek laher one piece alias satu bagian. Buat tipe ini, bunyi hanya akan terdengar saat pedal dilepas. Lain hal buat beberapa mobil dengan dek laher belah. Misalnya Daihatsu Xenia atau mobil lainnya dengan dek laher yang terbagi dua bagian. Bagian atas laher yang bersentuhan dengan sekrup bisa oblak dan lepas dari penahan karetnya.
Gangguan bunyi dari transmisi juga bisa berasal dari pilot bearing, laher gir, synchromesh dan garpu pemindah transmisi. Suaranya timbil saat pedal kopling dilepas. Untuk memastikan bagian mana, perlu menggunakan stetoskop yang ditempelkan pada badan transmisi saat mobil digantung pada two post lift. Setelah diketahui bagian yang mengeluarkan bunyi, untuk menghilangkan bunyi dari bagian tengah transmisi ini perlu melakukan overhaul transmisi.

As Roda
Bunyi ‘klotak-klotak’ yang terdengar saat mobil membelok, kerap terjadi pada bagian as roda depan yang sudah mulai aus. Komponen ini, bisa saja rusak bagian luar kanan ataupun bagian kirinya. Untuk memastikan sebelah mana yang aus, saat belok ke kanan terdengar bunyi dari roda dan akan hilang setelah distir diluruskan, tandanya as roda luar sebelah kiri sudah aus.
Kerusakan yang terjadi pada as roda, umumnya disebabkan oleh pelumas yang ada di dalamnya sudah kering. Bisa karena karet boot yang sudah sobek atau lepasnya klip pengikat karet yang menyebabkan grease keluar. Selain itu, bisa karena umur pakai yang sudah lebih dari 3 tahun. Untuk beberapa mobil baru, penggantian as roda ini perlu mengganti satu set dengan batangan as nya . Kecuali sudah tersedia produk aftermarket atau KW yang terpisah.

 Sumber dari : Tabloid Otomotif

Senin, 21 Januari 2013

Mengetahui Kondisi Mobil Dari Busi




Banyak cara untuk mengetahui keadaan mesin mobil. Salah satunya bisa dilihat dari warna dan kondisi busi. Kalau punya waktu luang akhir pekan ini, coba buka busi dan perhatikan, apakah seperti petunjuk di bawah ini?
Coklat : Pada elektroda coklat agak keabu-abuan pertanda busi bekerja normal, namun mendekati batas usia pakai. Sebaiknya ganti baru.
Kekuning-kuningan: Mesin mengalami overheat, sehingga suhu dan tekanan pada mesin naik secara drastis. Cek peranti pendingin mesin.
Usang : Busi seperti usang dengan sedikit timbunan kerak pada elektroda. Busi telah apkir dan perlu ganti baru.
Kemerahan : Lapisan elektroda terkelupas dengan warna kemerahan, tapi tidak ada kerak. Mesin mengalami ovberheat, periksa kode heat range dan peranti pendingin mesin.
Gosong : Terdapat timbunan kerak dan elektrodanya berwarna gosong. Artinya, setelan bahan bakar tidak benar. periksa suplai bensin dan peranti kelistrikan lainnya.
Meleleh : Elektroda meleleh dan terlihat gosong, akibat busi dengan heat range yang salah. Terjadi kebocoran pada komponen mesin yang menyebabkan pelumas turut terbakar di ruang mesin.
Kerak tebal : Timbunan kerak yang tebal pada elektroda dan kepala busi disebabkan pemakaian bahan bakar yang buruk. Terjadi kebocoran pada sil di klep yang membuat pelumas merembes hingga ke busi.
Basah : Terdapat sisa pelumas pada elektroda dan kepala busi, mesin mengnalami detonasi atau ngelitik. Cek timing pengapian atau gunakan bahan bakar yang sesuai denngan spesifikasi mesin.
Bengkok : Elektroda menempel pada kepala busi dikarenakan piston menghantam busi. Cek komponen internal mesin.
Tersendat : mobil tersendat dan mendadak mati. kemungkinan koil mobil panas. Segera matikan mesin dan kompres koil denngan lap basah

Minggu, 30 Desember 2012

Kebiasaan Menginjak Pedal Gas Setiap Mematikan Mesin

Berapa lama waktu yang dibutuhkan mesin mobil Anda untuk benar-benar mati?... Seharusnya, ketika kunci kontak kita putar ke posisi OFF, maka putaran mesin tak dengar lagi. Alaupun berputar, cukup 1 sampai 2 putaran saja. Jika mesin masih berputar lebih lama dari itu, harap sedikit waspada. Barangkali mobil Anda mengalami dieseling.
Istilah dieseling adalah masih berputarnya mesin secara berlebihan setelah kunci kontak diposisikan off. Hal ini terjadi pada mesin  yang berbahan bakar bensin, dan ini tergolong kondisi yang tidak normal pada mesin. Secara teknis, mesin seharusnya langsung mati ketika kunci kontak kita posisikan OFF. Sebab, pada saat itu supply bensin terputus dan percikan api dari busi padam. Artinya, pembakaran di ruang bakar terhenti dan mesin tak mendapat energi untuk berputar.
Jika selama ini banyak pengendara yang menganggap ringan hal tersebut. Seolah, kasus semacam ini tidak terlalu berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan berkendara. Padahal, jika kita perhatikan baik-baik, dampak-dampak dieseling sebenarnya sangat banyak diantarnya sbb:
1. Mempercepat kerusakan pada busi. Hal ini akan terjadi sebab busi mobil yang mengalami dieseling cenderung akan basah. Dalam kondisi yang basah ini memudahkan terjadinya hubungan singkat (korsleting) pada busi. Jika sudah seperti ini, maka busi akan cepat panas yang pada akhirnya akan mempercepat retaknya busi atau putusnya resistant (tahanan) pada busi.
2. Dieseling juga mengakibatkan pembakaran tidak sempurna. Berarti dieseling akan dapat mempercepat timbulnya kerak karbon pada ruang bakar. Efek berikutnya, mesin ngelitik dan mempercepat keausan pada mesin (piston, silinder mesin, ring piston).
3. Dieseling pada mesin umumnya akan lebih susah dihidupkan. Karena, pada ruang bakar biasanya terdapat terlalu banyak bahan bakar. Sehingga lama kelamaan akan membuat aki soak.
4. Berikutnya adalah efek pada engine mounting. Dieseling indentik dengan putaran mesin yang tidak stabil. Ketidak stabilan putaran mesin maka mounting akan meredam getaran mesin secara tidak stabil pula. Sehingga akan mempercepat retak atau kerasnya mounting mesin.
Ada beberapa hal yang menjadi pemicu dieseling, diantaranya adalah: Pertama, sistem cut-off bahan bakar tidak berfungsi dengan baik; Kedua, kerak karbon pada ruang bakar yang berlebihan sehingga menimbulkan bara pada ruang mesin; dan Ketiga, (yang berasal dari unsur perilaku pengendara) dieseling muncul karena saat mematikan mesin pengendara terbiasa menginjak pedal gas.
Nah dari ketiga penyebab tersebut, kita dapat mengetahui apa-apa saja yang dapat kita lakukan agar mesin mobil kita tidak mengalami dieseling.
1. Hindari menginjak pedal gas saat mematikan mesin.
2. Periksa sistem cut-off bahan bakar. Perbaiki bila masih terjadi kebocoran aliran bahan bakar.
3. Bersihkan kerak ruang bakar mesin secara periodik, alangkah baik setiap 80.000 km atau dengan menggunakan bahan additive pembersih ruang bakar yang banyak dijual di bengkel-bengkel.

Rabu, 27 Juni 2012

PERTOLONGAN PERTAMA MOBIL TERENDAM BANJUIR

atasi mobil terendam banjir
Banjir saat musim penghujan, terutama saat ini sudah merupakan sebuah kejadian yang biasa terjadi. Buat pemilik kendaraan terutama mobil, banjir adalah sebuah hal yang menakutkan terutama jika sampai bagian mesin terendam, karena akibatnya dapat membuat kerusakan mesin yang fatal. Telah banyak terjadi mobil yang terendam banjir saat sedang diparkir, entah itu diperkantoran atau bahkan rumah pribadi yang memang selalu menjadi titik rawan banjir.

Bila kejadian itu tiba-tiba menimpa anda, sebenarnya ada beberapa tips untuk meminimalkan kerusakan yang fatal pada mesin atau efek negatif lainnya pada mobil, yaitu :

  1. Segera lepaskan kabel positif aki, hal ini bertujuan untuk menghindari hubungan arus pendek (korsleting) dari arus listrik yang dapat merusak komponen elektronik didalamnya.
  2. Jika memungkinkan untuk memindahkannya, lakukan dengan cara mendorong, jangan coba-coba untuk menyalakan mesin karena bisa menyebabkan adanya korslet dan air banjir bisa terhisap banyak masuk ke dalam mesin.
  3. Segera non-aktifkan rem tangan lalu gunakan batu atau masukkan persneling ke gigi 1 untuk menghindari kanvas rem melekat terutama pada mobil yang masih menggunakan rem tromol.
  4. Cek semua oli ataupun minyak baik itu transmisi, mesin dan yang lainnya setelah banjir tidak lagi merendam mobil, karena kemungkinan oli ataupun minyak yang dipakai pada mobil telah tercampur air, jadi sebaiknya kuras semua oli maupun minyak tersebut dengan yang baru.
  5. Kuras juga tangki bensinnya agar memastikan bensin tidak bercampur air dan menghindari karat pada bagian dalam tangki.
  6. Keringkan busi, saringan udara (Air Filter), karburator, koil, alternator, delco (distributor) kabel-kabel dan seluruh bagian atau komponen mobil yang berhubungan dengan kelistrikan, pastikan semua sampai benar-benar dalam kondisi kering lalu lakukan pemeriksaan semua fungsi-fungsinya masing-masing komponen tersebut.
  7. Cek fungsi audio sistem terutama head unit, untuk speaker sudah pasti akan rusak jika terendam banjir, karena bagian depan atau konusnya terbuat dari bahan yang tidak boleh terkena air.
  8. Copot atau keluarkan karpet, jok, doortrim dan bagian interior lainnya yang telah basah akibat banjir lalu cuci dan keringkan agar tidak menyebabkan timbulnya jamur dan bau tidak sedap serta menghindari terjadinya karat pada bagian dalam kabin.
  9. Bila terjadi pada mobil yang sudah menggunakan komponen ECU, sebaiknya langsung lakukan pemeriksaan ke bengkel Honda resmi, karena komponen ECU sangat sensitif dan kemungkinan mengalami kerusakan akibat telah terendam banjir.
  10. Setelah mesin dapat menyala, lakukan pemeriksaan seperti mendengarkan suara mesin, apakah terdengar ada suara mesin yang aneh atau tidak seperti biasanya. Jalankan mobil dengan sedikit menginjak pedal rem untuk mempercepat pengeringan sistem rem.

Kondisi mobil yang telah terendam banjir pastinya memang akan mengalami kerusakan, tapi dengan tips diatas, kondisi mobil bisa lebih baik dan setidaknya terhindar dari kerusakan secara total yang akan membuat  anda mengalami kerugian yang sangat banyak.